Saturday, June 19, 2010

Thursday, July 26, 2007

Senyum Kecil Buat Pak Jenggot

Sombong adalah sifat yang sangat dibenci Allah swt, bahkan iblis dikeluarkan dari sorga karena kesombongannyaAku juga benciii ... banget orang sombong. Contohnya nih, kalo maen winning eleven, terus aku kalah, terus yg menag merasa hebattt... banget. kaya paling jago sedunia aja. rasanya "mangkel" banget

Tapi memang begitulah.Diri kita sendiri pun kadang, atau bahkan sering sekali terjerumus dalam kesombongan.Mungkin karena sangat benci pada kesombongan, sampai-sampai ada diantara kita yang parno terhadap kesombongan tadi.Contohnya, ada seseorang (yang setelah mengalami pemikiran diri, bertafakur, menggunakan akal) g mau "ngingu" jenggot karena parno dirinya dihinggapi rasa sombong (yang yang sangat, sangat, dan sangat buruk, jelek dan juga menjijikkan itu)

Patutlah kira bersyukur pada Allah swt karena:
Satu, kita sudah dukasih akal untuk berfikir dan memahami wahyu.
Dua, banyak orang yang mau berfikir dan menggunakan akalnya.
Tiga, ini yang tidak kalah penting, Dia Allah swt telah menurunkan islam ini yang telah sempurna (dalam firman-Nya yg komentator juga g hafal)"Alangkah indahnya kalau akal itu digunakan untuk memahami firman-Nya"dan tentang sombong ini "pastinya" sudah diterangkan se-terang-terang-nya dalam "ad din" (islam maksudnya).

Apa pendapat kamu jika ada orang yang rajin melaksanakan kewajiban solat (sedangkan lingkungannya g solat) terus dia berhenti solat karena parno dihinggapi rasa sombong?
Apa pendapat kamu jika ada orang yang rajin melaksanakan puasa sunah (sedangkan lingkungannya g puasa sunah) terus dia berhenti puasa karena parno dihinggapi rasa sombong?
Apa pendapat kamu jika ada orang yang tidak mabuk mabukan(sedangkan lingkungannya mabuk mabukan) terus dia ikut mabuk-mabukan karena parno nantinya dia akan merasa sombong?

Pertanyaan seperti ini sudah kerap kali dilontarkan oleh orang, terutama yang peduli dengan agamanya. dan dari salah satu sumber menyebutkan (komentator lupa sumbernya apa, cuman inget solusinya).Jadi, asalkan dia tidak beniat sejak awal untuk melakukan sombong dan dia berusaha menepis rasa kesombongan itu, maka itulah yang seharusnya ia lakukan.
Contohnya, orang solat sunah di masjid, dia pada niat awalnya tidak ada niatan untuk sombong. Tapi pada saat melaksanakan solat sunah (karena kelemahan dirinya dan godaan setan) akirnya ada rasa sombong (aku melakukan solat dan kamu tidak) dan ia berusaha sekuat mungkin untuk menghilangkan rasa sombong tersebut, maka itulah yang seharusnya dilakukan. Tapi kalau niatnya sejak pertama orang itu melakukan solat untuk sombong, agar dilihat orang lain, maka itulah yang dinamakan sombong yang sebenarnya bahkan itu termasuk dosa.

Jadi, kesimpulannya marilah kita gunakan akal kita untuk memahami al quran dan sunah nabi. bukan sebaliknya, kita mencari dan mencari alasan untuk menafikan apa yang sudah diajarkan oleh rosul kita.

So, dont be mind, ayo podo "ngingu" Jenggot